ANALISIS PERTUMBUHAN HUTAN TANAMAN INDUSTRI JENIS SUNGKAI (Peronema canescenss) DAN NILAI HARAPAN LAHAN OLEH PT. KUTAI TIMBER KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Date
2017-02-02Author
Efendi, Nur
Lahjie, Abubakar
Kristiningrum, Rochadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Sungkai dikenal orang dengan nama Jati Seberang yang diduga dikembangkan ditanam
oleh koloni Belanda dari Sulawesi dibawa ke Kalimantan sekitar abad 13. Jenis ini satu
famili dengan Jati, namun tidak seindah arnomen dekoratif jati. Karena jati sudah mulai
berkurang permintaanya dimasyarakat maka sungkai masih menjadi idola masyarakat
maupun industri kayu. Di Kutai Kartanegara dikembangkan oleh PT Kutai Timber sebagai
plot penelitian yang mana diharapkan kelak menjadi suatu jenis unggulan industri
walaupun PT Kutai Timber tidak lagi melanjutkan dan mengembangkan apa yang telah
mereka cita-citakan, karena itu kami melanjutkan penelitian mereka. Tujuan penelitian ini
(1) untuk mengetahui riap tanaman sungkai dan (2) mengetahui nilai harapan lahan
tanaman sungkai. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Sebulu Kecamatan Tenggarong.
Objek penelitian yaitu tanaman P. canescenss dengan luas plot penelitian 50m x 50m
dengan jarak tanam 3m x 3m. Variable yang diukur adalah diameter setinggi data, tinggi
dan faktor bentuk untuk memperoleh voleme pohon. Jumlah sampel yang diambil 30%
dengan metoda sistematik random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
potensi tegakan P.canescens mempunyai riap maksimal MAI dan CAI berturut-turut
sebesar 7,92 m3/ha/thn dan 7,80 m3/ha/thn dengan diameter rata-rata 25 cm pada umur
23 tahun dengan nilai harapan lahan yang diperoleh sebesar 32 juta rupiah. Nilai ini
menunjukan usaha kembali pulang pokok, karena mempunyai tingkat pengembalian
nominal (i) sebesar 5,2%. Ini menunjukan bahwa kurang intensifnya pemeliharaan
khususnya penjarangan. Dari simulasi yang ada seharusnya diameter rata-rata adalah 30
cm dan tinggi 13,3 m dengan jumlah pohon 310 perhektar. Kendala lain adalah harga
kayu log sungkai di Indonesia, Kalimantan khususnya masih rendah yakni IDR 500 ribu
meter perkubik, sedangkan di Malaysia sudah mencapai setara IDR 850 ribu meter
perkubik, memperoleh nilai pengembalian nominal sebesar 11% sedangkan nilai
Minimum Acceptable Rate (MAR) sama dengan 5,2% Dengan demikian harga pasar di
luar negeri menentukan kelayakan usaha sungkai. Karena itu sebaiknya dibuka ekspor
log jenis sungkai.
Collections
- J - Forestry [357]