Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/58990
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorRozie, Fachrul-
dc.date.accessioned2026-01-10T20:01:29Z-
dc.date.available2026-01-10T20:01:29Z-
dc.date.issued2025-09-01-
dc.identifier.isbn9786349636094-
dc.identifier.urihttp://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/58990-
dc.descriptionKeberadaan guru dan dosen di era digitalisasi saat ini menjadi cerminan gambaran masa depan bagi generasi emas di tahun 2045. Generasi yang dikenal dengan istilah “Gen Z dan Alpa” merupakan produk pendidikan yang membutuhkan peranan pendidik baik sebagai guru maupun dosen. Era tersebut mencapai klimaks titik awal perubahan dari segala bidang pada masa pandemi COVID-19 merebak. Era abad-21 sebagai penanda perkembangan teknologi informasi semakin cepat, hanya dalam hitungan detik informasi dapat diterima dengan mudah disertai munculnya konsep pedagogik abad-21(Rahayuningsih & Muhtar, 2022). Pergeseran konteks pembelajaran abad-21 yang sebelumnya berbicara tentang literasi bacaan, tulisan, dan matematika, di mana pada abad 21 ketiganya dijadikan sebagai modal dasar untuk mengembangkan literasi baru yaitu literasi manusia, data, dan teknologi yang sangat penting untuk menghadapi era globalisasi saat ini dan di masa yang akan datang. Pembelajaran inovatif di abad 21 berorientasi pada kegiatan untuk melatihkan keterampilan esensial sesuai framework for 21st century skills, yaitu keterampilan hidup dan karir, keterampilan inovasi dan pembelajaran, dan keterampilan informasi, media, dan TIK.en_US
dc.description.abstractDi tengah derasnya kemunculan platform dan model kecerdasan buatan, tim penyusun memilih pendekatan problem-driven: mulai dari kebutuhan kelas, lalu merangkai solusi yang etis, inklusif, dapat diaudit, dan berkelanjutan. Pembaca akan menemukan jembatan yang solid antara teori dan praktik: landasan filosofis, teori belajar, dan kerangka integrasi (TPACK, UDL, Bloom, SAMR) dipautkan dengan prinsip multimedia, beban kognitif, serta rancangan aktivitas yang bisa langsung diterapkan. Bagian akhir menyajikan agenda 90–180–365 hari agar inovasi tidak berhenti sebagai proyek, melainkan menjadi kebiasaan reflektif.en_US
dc.publisherPenerbit Duta Teknologien_US
dc.subjectTeknologi Pembelajaranen_US
dc.subjectKompetensi Digitalen_US
dc.subjectGuru dan Dosenen_US
dc.titleTeknologi Pembelajaran: Teori, Inovasi, dan Praktik dalam Era Digitalen_US
dc.typeBook chapteren_US
Appears in Collections:Faculty of Teacher Training and Education Book's

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
teknologi pembelajaran-ebook.pdf2.91 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.