Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/51792Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.author | Suba, Rachmat Budiwijaya | - |
| dc.contributor.author | Aliman, Oman | - |
| dc.contributor.author | Simamora, Darma Bakti | - |
| dc.date.accessioned | 2023-04-19T14:29:09Z | - |
| dc.date.available | 2023-04-19T14:29:09Z | - |
| dc.date.issued | 2011-11 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/51792 | - |
| dc.description.abstract | Gunung Beriun merupakan salah satu bagian dari gugusan ekosistem gunung karst yang terletak di Kabupaten Kutai Timur, dengan ketinggian dikatakan mencapai sekitar 1.297 m. Sebagai upaya melestarikan berbagai kawasan penting dan unik di Indonesia, The Nature Conservancy (TNC) telah menetapkan Gunung Beriun menjadi salah satu target pelestarian. Salah satu atribut penting dalam rangka setting suatu kawasan sebagai kawasan konservasi adalah perlunya koleksi data dan informasi mengenai kekayaan hayati yang terdapat di dalamnya. Hal tersebut dapat berupa data-data mengenai spesies dominan, spesies unik, endemik, populasi dan distribusi jenis tertentu (Supriatna 2008). Oleh karena itu, studi eksplorasi kekayaan hayati telah dilakukan pada kawasan hutan yang ‘bakal’ menjadi koridor Gunung Beriun. Salah satu obyek studi eksplorasi kehati tersebut adalah mamalia besar. Meijaard dkk. (2006) menjelaskan bahwa mamalia seringkali menjadi fokus dalam studi-studi keragaman hayati karena merupakan salah satu bagian penting dari biomassa satwa di kawasan tropis berhutan dan sebagai komponen kunci dalam berbagai proses ekologis. Kelompok ini merupakan kelompok yang tepat untuk dikaji mengingat peran pentingnya bagi dinamika ekosistem tropis, potensinya sebagai indikator biologis serta kepentingannya dalam prioritas konservasi di tingkat lokal dan internasional secara umum. Fakta juga menunjukkan bahwa hasil penelitian dan studi sebelumnya mengenai kelompok ini lebih banyak tersedia. Mamalia seringkali dijadikan sebagai taksa perwakilan (flagship), relatif lebih mudah untuk diobservasi dan kemiripan habitatnya lebih banyak diketahui. | en_US |
| dc.description.sponsorship | TNC | en_US |
| dc.publisher | TNC | en_US |
| dc.subject | mamalia besar | en_US |
| dc.subject | karst | en_US |
| dc.subject | Gunung Beriun | en_US |
| dc.subject | koridor | en_US |
| dc.title | Mamalia Besar Koridor Gunung Beriun | en_US |
| dc.type | Technical Report | en_US |
| Appears in Collections: | Reports | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| 2011_Survei Keanekaragaman Hayati di Kawasan Karst Gunung Beriun di Kalimantan Timur.pdf | Final Report | 8.29 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.