Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/14069
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorMuflihah-
dc.date.accessioned2022-01-18T03:49:49Z-
dc.date.available2022-01-18T03:49:49Z-
dc.date.issued2021-11-16-
dc.identifier.urihttp://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/14069-
dc.descriptionMakanan jajanan sangat penting sebagai asupan gizi tambahan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dan generasi muda. Namun permasalahannya, makanan jajanan yang banyak dijual di pasaran dan dikonsumsi oleh anak-anak dan generasi muda mengandung zat gizi yang tidak lengkap, karena lebih banyak mengandung karbohidrat dan sedikit protein, vitamin, dan mineral lainnya. Akibatnya banyak anak-anak yang mengalami stunting (gizi buruk) dan obesitas (kelebihan kalori). Hal ini disebabkan karena banyak pedagang jajanan yang menjual produk jajanannya kurang menyadari bahwa produksi jajanan yang sehat dan bergizi dapat meningkatkan nilai tambah tambah produk sehingga dapat meningkatkan harga jual produk dan dapat meningkatkan keuntungan penjualan. Selain itu, mereka juga tidak memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara melakukan fortifikasi makanan jajanan untuk meningkatkan nilai nutrisinya. Melalui program ini, para pedagang jajanan dilatih untuk membuat berbagai macam produk jajanan yang difortifikasi dengan Spirulina, serta didampingi untuk melakukan promosi dan memasarkan produknya ke kalangan masyarakat yang lebih luas. Dalam kegiatan ini, produk jajanan yang difortifikasi dengan Spirulina adalah cendol spirulina dan dadar gulung spirulina. Pendampingan yang dilakukan oleh tim adalah melatih cara membuat adonan yang difortifikasi serbuk Spirulina dan membantu proses pengemasan agar diminati oleh konsumen. Diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dilatihkan kepada para pedagang jajanan ini dapat berkembang dan menjadi tambahan penghasilan bagi mereka. Kata kunci: program pengembangan usaha, proden_US
dc.description.abstractMakanan jajanan sangat penting sebagai asupan gizi tambahan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dan generasi muda. Namun permasalahannya, makanan jajanan yang banyak dijual di pasaran dan dikonsumsi oleh anak-anak dan generasi muda mengandung zat gizi yang tidak lengkap, karena lebih banyak mengandung karbohidrat dan sedikit protein, vitamin, dan mineral lainnya. Akibatnya banyak anak-anak yang mengalami stunting (gizi buruk) dan obesitas (kelebihan kalori). Hal ini disebabkan karena banyak pedagang jajanan yang menjual produk jajanannya kurang menyadari bahwa produksi jajanan yang sehat dan bergizi dapat meningkatkan nilai tambah tambah produk sehingga dapat meningkatkan harga jual produk dan dapat meningkatkan keuntungan penjualan. Selain itu, mereka juga tidak memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara melakukan fortifikasi makanan jajanan untuk meningkatkan nilai nutrisinya. Melalui program ini, para pedagang jajanan dilatih untuk membuat berbagai macam produk jajanan yang difortifikasi dengan Spirulina, serta didampingi untuk melakukan promosi dan memasarkan produknya ke kalangan masyarakat yang lebih luas. Dalam kegiatan ini, produk jajanan yang difortifikasi dengan Spirulina adalah cendol spirulina dan dadar gulung spirulina. Pendampingan yang dilakukan oleh tim adalah melatih cara membuat adonan yang difortifikasi serbuk Spirulina dan membantu proses pengemasan agar diminati oleh konsumen. Diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dilatihkan kepada para pedagang jajanan ini dapat berkembang dan menjadi tambahan penghasilan bagi mereka. Kata kunci: program pengembangan usaha, proden_US
dc.description.sponsorshipfkip unmulen_US
dc.titlePROGRAM PENGEMBANGAN USAHA PRODUK OLAHAN MAKANAN DENGAN FORTIFIKASI SPIRULINA BAGI PEDAGANG JAJANAN DI KOTAen_US
Appears in Collections:PPM - Faculty of Teacher Training and Education

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
LAPORAN PKM FKIP (PINTAKA) 2021 (1).pdf893.63 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.