Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/1171
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorHaviluddin, Haviluddin
dc.date.accessioned2019-11-04T18:03:45Z-
dc.date.available2019-11-04T18:03:45Z-
dc.identifier.urihttp://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/1171-
dc.description.abstractSlogan revolusi mental juga merambah dalam dunia akademik. Efeknya, kebijakan populis ditelorkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan menggelontorkan Permenristekdikti No. 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor. Point pentingnya adalah membangun budaya menulis karya ilmiah dengan menegaskan kewajiban setiap dosen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan menyebarluaskannya kepada masyarakat dengan cara melakukan publikasi ilmiah bagi setiap dosen sebagai seorang ilmuwan. Verba volant, scripta manent – yang terucap akan hilang, yang tertulis akan abadi, begitu pepatah Yunani.
dc.publisherIntegritas Universitas Mulawarman
dc.titleProfesor dan Lektor Kepala: Greget atau Gregetan (Refleksi Permenristekdikti No. 20/2017)
Appears in Collections:A - Computer Sciences and Information Technology

Files in This Item:
File SizeFormat 
file_1041900007.pdf3.43 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.