PEMANFAATAN LIMBAH RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS) UNTUK MEMPRODUKSI KITOSAN SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR DALAM PENENTUAN KONSENTRASI OPTIMUM PADA TANAMAN
Abstract
Rajungan merupakan salah satu potensi hasil perikanan laut yang sangat melimpah di Indonesia. Pada aktivitas
industri pengolahan rajungan yang memanfaatkan dagingnya, dihasilkan limbah kulit keras (cangkang) cukup
banyak yang jumlahnya dapat mencapai sekitar 40-60 % dari total berat rajungan. Kandungan sejumlah senyawa
kimia pada limbah cangkang rajungan seperti protein, CaCO3, dan kitin berpotensi untuk dijadikan sebagai kitosan,
yang dapat digunakan sebagai pupuk cair organik (POC). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah isolasi
kitosan dengan tiga proses yaitu demineralisasi, deproteinase, dan deasetilisasi. Analisis data dilakukan
berdasarkan hasil uji FTIR (Fourier Transform Infra Red) dalam menentukan nilai derajat deasetilisasi pada
kitosan, serta pengamatan terhadap perkembangan berat dan tinggi tanaman bawang dayak. Berdasarkan hasil
perhitungan kitosan yang diperoleh dalam penelitian ini, didapatkan derajat deasetilisasi sebesar 62,42%. Pengaruh
penambahan pupuk organik cair kitosan pada tanaman bawang dayak yaitu tanaman bawang dayak berdasarkan
dari variasi konsentrasi yang digunakan 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% mengalami kenaikan berat dan
tinggi tanaman yang cukup signifikan seiring dengan variasi waktu perlakuan yang diberikan. Konsentrasi
optimum POC kitosan untuk perkembangan tanaman bawang Dayak adalah 60%.
Collections
- A - Engineering [315]