Penilaian Risiko pada PDAM Tirta Kencana dengan Metode Fuzzy Failure Mode and and Effects Analysis
Abstract
PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda adalah BUMD di bidang jasa pelayanan air minum yang dalam menjalankan bisnisnya tidak terlepas dari adanya risiko. Oleh karena itu metode Fuzzy Failure Mode and Effects Analysis (Fuzzy FMEA) digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi risiko. Identifikasi risiko dikelompokkan berdasarkan divisi di bawah naungan Direktur Teknik. Dari hasil pengolahan data Fuzzy FMEA didapatkan sebanyak 14 risiko keseluruhan dari 5 divisi dan risiko prioritasnya adalah kurang atau berlebihnya air bersih yang diproduksi terhadap aktual kebutuhan pemakaian air bersih (554) high, risiko kualitas air baku yang akan diproduksi tiap-tiap IPA menjadi turun pada daerah tangkapan air (548) high, risiko aliran air distribusi pada jaringan pipa distribusi tidak bisa dikendalikan (538) high, risiko air baku pada daerah tangkapan air tidak bisa diolah (504) high, dan risiko aliran air pada jaringan pipa distribusi untuk pasokan air ke pelanggan terganggu atau mati (490) high. Untuk memitigasi risiko prioritas maka diusulkan 7 usulan mitigasi risiko.
Collections
- A - Engineering [315]