Penerapan Teknologi Mesin Pemisah Tulang Ikan Untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja Pada Kelompok Usaha Perikanan Di Karangasam Samarinda
Abstract
Samarinda mempunyai makanan khas hasil olahan ikan khususnya ikan belida yaitu amplang ikan belida. Pengusaha ampang menggunakan bahan baku ikan belida dengan mengambil daging ikan lumat dan industri pengerikan ikan. Proses pengerikan yang dilakukan selama ini secara manual yaitu ikan dibelah kemudian dikerik dengan menggunakan sendok untuk mendapatkan daging lumatnya. Limbah yang dihasilkan berupa jeroan, kulit dan tulang selama ini dibuang bigitu saja. Tujuan iptes bagi masyarakat (ibM) yaitu untuk menerapkan teknologi tepat guna berupa mesin pemisah tulang ikan untuk meningkatkan produktivitas kerja serta mengolah limbah ikan yang dihasilkan (kulit dan tulang) menjadi produk pangan yang layak jual. Hasil ipteks bagi masyarakat (ibM) menunjukkan bahwa mesin pemisah tulang ikan belum dapat dimanfaatkan secara maksimal dikarenakan masih ada sisa daging yang menempel ditulang yang sulit untuk dikerok kembali menggunakna sendok sehingga belum dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja, kecuali itu belum memenuhi kaidah ergonomi dan keselamtan kerja. Namun, mitra sangat antusias dengan pelatihan yang diberikan yaitu pemanfaatan limbah ikan menjadi produk layak jual dan bernilai ekonomis tinggi berupa abon tulang ikan belida dan kerupuk kulit ikan belida sehingga dapat menjadi alternatif sumber penghasilan keluarga mitra dan dapat menjadi peluang binis yang akan meningkatkan income bagi kelompok mitra dan masyarakat sekitarnya.
URI
http://ojs.stikesmuda.ac.id/index.php/sehat-bebaya/article/view/49/49http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/3480
Collections
- J - Public Health [537]