<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Faculty of Teacher Training and Education Book's</title>
<link>http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/631</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 18:23:52 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-15T18:23:52Z</dc:date>
<item>
<title>Mendidik Generasi AI: Strategi Pembelajaran Humanis di Era Digital</title>
<link>http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/59736</link>
<description>Mendidik Generasi AI: Strategi Pembelajaran Humanis di Era Digital
Rozie, Fachrul
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/59736</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Teaching English for Specific Purposes</title>
<link>http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/59196</link>
<description>Teaching English for Specific Purposes
English for Specific Purposes (ESP) has grown from an emphasis on specialized vocabulary and linguistic registers to a needs, discourse, and genre-aware instructional framework. Language helps learners participate in academic or professional communities, according to this approach. English is used in entrepreneurship for persuasion, negotiation, branding, and stakeholder interaction. Entrepreneurs use English to pitch investors, write funding applications, communicate with overseas partners, and create digital marketing content. Thus, ESP teaching in entrepreneurship is dynamic and current. &#13;
Prior ESP research focuses matching language training to target circumstances' communication needs. Recognizing communicative aims, meeting audience expectations, and organizing messages according to rhetorical frameworks are crucial to entrepreneurial discourse success. Entrepreneurial communication studies show that good pitch presentations use identifiable rhetorical techniques and persuasive language. Research on crowdfunding communication shows that linguistic style and lexical framing can considerably impact funding. Explicit genre-based instruction in entrepreneurship-focused ESP courses is beneficial, according to these studies.&#13;
Genre-based methods to academic writing have been successful in Indonesia in increasing students' discourse awareness and professional writing skills. Based on these theoretical and practical findings, this chapter presents a structured English for Entrepreneurship course that uses text analysis and genre-based output to help students acquire entrepreneurial communication skills.
</description>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/59196</guid>
<dc:date>2026-03-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Book Chapter : Perkembangan Peserta Didik</title>
<link>http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/59119</link>
<description>Book Chapter : Perkembangan Peserta Didik
Rozie, Fachrul
</description>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/59119</guid>
<dc:date>2025-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Teknologi Pembelajaran: Teori, Inovasi, dan Praktik dalam Era Digital</title>
<link>http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/58990</link>
<description>Teknologi Pembelajaran: Teori, Inovasi, dan Praktik dalam Era Digital
Rozie, Fachrul
Di tengah derasnya kemunculan platform dan model kecerdasan &#13;
buatan, tim penyusun memilih pendekatan problem-driven: mulai dari &#13;
kebutuhan kelas, lalu merangkai solusi yang etis, inklusif, dapat diaudit, &#13;
dan berkelanjutan. Pembaca akan menemukan jembatan yang solid &#13;
antara teori dan praktik: landasan filosofis, teori belajar, dan kerangka &#13;
integrasi (TPACK, UDL, Bloom, SAMR) dipautkan dengan prinsip &#13;
multimedia, beban kognitif, serta rancangan aktivitas yang bisa &#13;
langsung diterapkan. Bagian akhir menyajikan agenda 90–180–365 hari &#13;
agar inovasi tidak berhenti sebagai proyek, melainkan menjadi &#13;
kebiasaan reflektif.
Keberadaan guru dan dosen di era digitalisasi saat ini menjadi &#13;
cerminan gambaran masa depan bagi generasi emas di tahun &#13;
2045. Generasi yang dikenal dengan istilah “Gen Z dan Alpa” &#13;
merupakan produk pendidikan yang membutuhkan peranan &#13;
pendidik baik sebagai guru maupun dosen. Era tersebut mencapai &#13;
klimaks titik awal perubahan dari segala bidang pada masa &#13;
pandemi COVID-19 merebak.  Era abad-21 sebagai penanda &#13;
perkembangan teknologi informasi semakin cepat, hanya dalam &#13;
hitungan detik informasi dapat diterima dengan mudah disertai &#13;
munculnya konsep pedagogik abad-21(Rahayuningsih &amp; Muhtar, &#13;
2022). Pergeseran konteks pembelajaran abad-21 yang sebelumnya &#13;
berbicara tentang literasi bacaan, tulisan, dan matematika, di &#13;
mana pada abad 21 ketiganya dijadikan sebagai modal dasar &#13;
untuk mengembangkan literasi baru yaitu literasi manusia, data, &#13;
dan teknologi yang sangat penting untuk menghadapi era &#13;
globalisasi saat ini dan di masa yang akan datang. Pembelajaran &#13;
inovatif di abad 21 berorientasi pada kegiatan untuk melatihkan &#13;
keterampilan esensial sesuai framework for 21st century skills, &#13;
yaitu keterampilan hidup dan karir, keterampilan inovasi dan &#13;
pembelajaran, dan keterampilan informasi, media, dan TIK.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/58990</guid>
<dc:date>2025-09-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
