<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/692">
<title>Proceedings</title>
<link>http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/692</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/58110"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/58078"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/58077"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/58076"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-06-25T15:46:32Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/58110">
<title>Variety of complementary therapies in stress patients</title>
<link>http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/58110</link>
<description>Variety of complementary therapies in stress patients
agustina, risna
</description>
<dc:date>2024-12-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/58078">
<title>ANALISIS KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN SALAP (Barbonymus schwanenfeldii) YANG DIPELIHARA PADA SUHU YANG BERBEDA</title>
<link>http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/58078</link>
<description>ANALISIS KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN SALAP (Barbonymus schwanenfeldii) YANG DIPELIHARA PADA SUHU YANG BERBEDA
Nurhafifah, Indriani; Isriansyah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu yang berbeda terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva ikan salap. Penelitian ini menggunakan larva ikan salap berumur kurang lebih lima hari yang didapatkan dari hasil pemijahan buatan di Laboratorium Kolam Percobaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan dan empat ulangan yaitu P1 (suhu lingkungan), P2 (suhu 28±1ºC) dan P3 (suhu 30±1ºC). Larva ikan salap di pelihara di dalam akuarium akrilik selama kurang lebih 14 hari dengan parameter yang diamati yaitu kelangsungan hidup, pertumbhhan panjang total dan berat. Pengaturan suhu menggunakan heater merk Atman 100 watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu yang berbeda pada media pemeliharaan memberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan panjang larva ikan salap. Kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 (suhu 30±1ºC) dengan nilai rata-rata 99,25%. Pertumbuhan panjang total tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 (suhu 30±1ºC) dengan nilai rata-rata 6,8 mm. Berat larva ikan salap tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 (suhu 30±1ºC) dengan nilai rata-rata 0,015 g.&#13;
Kata kunci
</description>
<dc:date>2024-06-08T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/58077">
<title>PENGARUH PERBEDAAN SALINITAS TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN SALAP (Barbonymus schwanenfeldii)</title>
<link>http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/58077</link>
<description>PENGARUH PERBEDAAN SALINITAS TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN SALAP (Barbonymus schwanenfeldii)
Nurhidayah HS, Fadiah; Isriansyah
Ikan salap (Barbonymus schwanenfeldii) merupakan komoditas lokal daerah Kalimantan dan Sumatera yang memiliki potensi untuk dijadikan sebagai ikan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas yang berbeda terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan salap. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan yaitu P1 (0 ppt), P2 (2 ppt), P3 (4 ppt) dan P4 (6 ppt). Ukuran benih salap yang digunakan pada penelitian ini berkisar 1-1,4 cm. Wadah pemeliharaan benih ikan salap menggunakan akuarium ukuran 358x219x263 mm. Penelitian ini dilakukan selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas yang berbeda pada media pemeliharaan memberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan salap. Nilai kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 (2 ppt) dengan nilai rata-rata 99,3%. Laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 (2 ppt) dengan nilai rata-rata 8,17% hari-1. Pertumbuhan panjang total tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 (2 ppt) dengan nilai rata-rata 2,04 cm. Pertumbuhan berat mutlak benih ikan salap tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 (2 ppt) dengan nilai rata-rata 0,22 g.
</description>
<dc:date>2024-06-08T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/58076">
<title>PENGARUH PEMBERIAN PAKAN KOMERSIL DENGAN KADAR PROTEIN BERBEDA TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN SALAP (Barbonymus schwanenfeldii)</title>
<link>http://repository.unmul.ac.id/handle/123456789/58076</link>
<description>PENGARUH PEMBERIAN PAKAN KOMERSIL DENGAN KADAR PROTEIN BERBEDA TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN SALAP (Barbonymus schwanenfeldii)
Ayu Ningtias, Ismawaty; Isriansyah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pakan komersil dengan kadar protein berbeda dan menentukan kadar protein yang tepat untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan salap (Barbonymus schwanenfeldii). Penelitian ini menggunakan benih ikan dengan ukuran 1,3– 1,6 cm dan berat 0,029 g. Wadah pemeliharaan benih ikan salap menggunakan akuarium dengan ukuran 80x40x41 cm. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan yaitu P1 (18-20%), P2 (29%), P3 (35%), dan P4 (40%). Penelitian ini dilakukan selama 30 hari dengan metode pemberian pakan secara ad libitum. Hasil penelitian menunjukan pemberian pakan komersil dengan kadar protein berbeda berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang total, pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan efisiensi pemanfaatan pakan dan tidak berpengaruh nyata terhadap rasio konversi pakan. Pemberian pakan dengan kadar protein berbeda mendapatkan hasil tertinggi pada perlakuan P4 (40%) untuk parameter tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang total, pertumbuhan berat mutlak, dan laju pertumbuhan spesifik sedangkan hasil terendah pada perlakuan P3 (35%) untuk parameter tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang total, pertumbuhan berat mutlak, dan laju pertumbuhan spesifik.
</description>
<dc:date>2024-06-08T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
