HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PERAWATAN BARU ULU KOTA BALIKPAPAN
View/ Open
Date
2023-08-01Author
Pramudya Indrastuti, Alma
Sedionoto, Blego
Syamsir, Syamsir
Metadata
Show full item recordAbstract
Kasus pneumonia di Kota Balikpapan mengalami peningkatan kasus pada tahun 2022 dengan kasus
tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Baru Ulu sebesar 134 kasus. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadian pneumonia pada balita.
Penelitian ini menggunakan pendekatan studi case control dengan sampel penelitian sebanyak 83 sampel
kasus dan 83 sampel kontrol. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, lembar observasi dan
pengukuran. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat menggunakan uji-chi square dengan
tingkat kepercayaan 95% (α= 0.05). Hasilnya menunjukkan ada hubungan antara luas ventilasi (p-value
0,009; OR= 2,413), jenis dinding (p-value 0,010; OR= 2,312), pencahayaan (p-value 0,019; OR= 2,223)
dan perilaku penghuni rumah (p-value 0,000) dengan kejadian pneumonia pada balita dan tidak ada
hubungan antara kepadatan hunian (p-value 0,202; OR= 1,505), jenis lantai (p-value 0,176; OR= 1,586),
kelembaban (p-value 0,200; OR= 1,605), dan suhu (p-value 0,486; OR= 0,768) dengan kejadian
pneumonia pada balita. Oleh sebab itu, terdapat hubungan luas ventilasi, jenis dinding, pencahayaan dan
perilaku penghuni rumah dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas
Perawatan Baru Ulu Kota Balikpapan. Saran dalam penelitian ini kepada masyarakat yang kondisi
lingkungan fisik rumahnya masih belum memenuhi syarat dapat mengatur ulang bagian rumahnya,
meningkatkan kesadaran keluarga untuk menjaga kebersihan rumah, membuka jendela setiap hari dan
tidak merokok di dalam rumah.
Collections
- J - Public Health [537]